Sejak dahulu kala, manusia melihat Matahari seperti bola api di langit yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. Pengaruhnya yang sangat besar bagi Bumi membuat Matahari menjadi objek mitos yang diidentikan dengan dewa-dewa. Seperti Dewa Apollo atau Dewa Ra, yang disembah oleh banyak masyarakat zaman dulu.
Namun dari hasil penelitian dan telaah spektrum saat ini, diketahui bahwa Matahari adalah bola gas raksasa yang berpijar dengan komposisi utama berupa hidrogen. Hal ini sama dengan hasil penelitian terhadap spektrum bintang yang mirip dengan spektrum Matahari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Matahari termasuk dalam kelompok bintang.

Bagimana Matahari Bersinar?
Orang-orang zaman dulu mengira proses menyalanya Matahari sama dengan proses menyalanya sebuah kompor, yaitu dengan menggunakan bahan bakar. Pada abad ke 18 batu bara yang disangka menjadi bahan bakar cahaya dan energi Matahari. Lalu pada penelitian di abad 19, diketahui Matahari bersinar sangat lama bahkan melebihi usia fosil penghasil batubara. Lalu muncul teori penyusutan gravitasi. Next Please…
