Posted by: starhein | April 20, 2008

Matahari Kita

Sejak dahulu kala, manusia melihat Matahari seperti bola api di langit yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. Pengaruhnya yang sangat besar bagi Bumi membuat Matahari menjadi objek mitos yang diidentikan dengan dewa-dewa. Seperti Dewa Apollo atau Dewa Ra, yang disembah oleh banyak masyarakat zaman dulu.

Namun dari hasil penelitian dan telaah spektrum saat ini, diketahui bahwa Matahari adalah bola gas raksasa yang berpijar dengan komposisi utama berupa hidrogen. Hal ini sama dengan hasil penelitian terhadap spektrum bintang yang mirip dengan spektrum Matahari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Matahari termasuk dalam kelompok bintang.

Bagimana Matahari Bersinar?

Orang-orang zaman dulu mengira proses menyalanya Matahari sama dengan proses menyalanya sebuah kompor, yaitu dengan menggunakan bahan bakar. Pada abad ke 18 batu bara yang disangka menjadi bahan bakar cahaya dan energi Matahari. Lalu pada penelitian di abad 19, diketahui Matahari bersinar sangat lama bahkan melebihi usia fosil penghasil batubara. Lalu muncul teori penyusutan gravitasi. Next Please…

Posted by: starhein | November 17, 2007

Leonids Shower

 

leonids100_am.jpg

Apa yang menarik di langit malam bulan November ini? Yup! Kita bisa melihat hujan meteor! Sebuah fenomena yang menakjubkan. Menatap langit cerah penuh taburan bintang, disertai cahaya-cahaya indah melesat cepat seakan merobek malam. Maka, ayo bersiap untuk bangun pagi-pagi sekali, bahkan menjelang subuh jika akan melihat serombongan Leonids ini melintas. Menghadaplah ke wilayah langit utara, lalu temukan rasi bintang Leo, dan dari sanalah meteor Leonids berasal.

 

Hujan meteor Leonids ini dapat dilihat pada tanggal 17,18, dan 19 November. Next Please…

Posted by: starhein | November 8, 2007

Astronomi Ilmu Mahal?

Tidak sedikit orang yang menyatakan setuju tentang judul di atas. Terutama bagi masyarakat Indonesia pastinya. Dalam benak mereka, jika ingin belajar tentang astronomi berarti harus pergi ke observatorium, yang katanya sulit dengan segala birokrasi plus mesti morogoh cukup banyak isi kantong. Ditambah jika harus membeli teleskop, binokuler, buku-buku impor (buku astro versi Indonesia yang kompeten sedikit banget, sih), dan segala pernak-pernik lainnya. Wuihh… Kalau semua orang Indonesia berpikir seperti itu, sudah dipastikan negara ini tidak akan pernah menghasilkan para astronom.
Next Please…

Posted by: starhein | November 8, 2007

Zodiak: Mitos dari Langit

     Seorang gadis remaja tampak asyik membalik halaman demi halaman majalah yang sedang dipegangnya. Hingga sampai pada rubrik tentang zodiak, ia berhenti dan mulai serius membaca. Ingin mengetahui peruntungannya minggu ini. Tentang kesehatan, keuangan, atau bahkan mungkin hubungan asmara dengan sang kekasih.    

     Khalayak umum mengenal zodiak sebagai bagian dari astrologi yang dapat meramalkan nasib seseorang berdasarkan hari kelahirannya. Namun sedikit yang mengetahui bahwa zodiak sebenarnya adalah 12 rasi bintang yang dilewati oleh Matahari jika kita melihatnya dari Bumi, yang sudah tentu erat hubungannya dengan ilmu astronomi. Next Please…

Sejarah telah mencatat, geliat penerapan astronomi di kepulauan Nusantara telah ada sejak beberapa abad silam. Penanggalan kalender jawa, penentuan musim hujan, kemarau, panen, dan ritual kepercayaan lain yang menggunakan peredaran gerak benda langit sebagai acuan. Bahkan, mengutip sebuah lagu “nenek moyangku seorang pelaut”, mereka pun mahir menggunakan rasi-rasi bintang sebagai penunjuk arah.

Zaman beranjak ke masa kerajaan Hindu-Budha, dimana candi-candi dibangun berdasarkan letak astronomis. Next Please…

Posted by: starhein | November 5, 2007

New Site

Yup! This is my new blog. I’ll write about everything happen in our universe. Place where we live, where we love.. ^_^

Categories